Menjadi Pemenang Sayembara Penulisan Naskah Cerita Rakyat Kantor Bahasa Lampung 2018



Pada akhir bulan Mei 2018, saya mengikutkan satu naskah cerita rakyat dalam Sayembara Penulisan Naskah Cerita Rakyat untuk Bahan Literasi 2018 yang diadakan oleh Kantor Bahasa Lampung.

Dikarenakan pengumuman masih lama dan fokus melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan, saya tidak begitu mengingat-ingat lagi soal sayembara tersebut. Toh kalau menang, pasti akan dihubungi panitia, pikir saya. Yah, bukan kepedean, sih. Hanya saja, setiap kali mengikuti lomba, audisi, dan semacamnya, saya memang membiasakan diri untuk berpikir menang. Saya berprinsip Allah akan memberi segala sesuatu sesuai prasangka hamba-Nya. Kalaupun kalah, berarti belum rezeki. Sesimple itu.

Di bulan Juli, qadarullah ibu saya sakit. Ibu saya tinggal di kampung. Jadi di waktu itu, saya bolak balik Bandarlampung - kampung untuk menjenguk dan merawat beliau. Ketika saya dalam perjalanan kembali ke Bandarlampung, seorang teman mengabari bahwa saya menjadi salah satu pemenang Sayembara Penulisan Naskah Cerita Rakyat. Rupanya, pengumumannya ada di koran. Alhamdulillah... Saya langsung menelpon ibu dan mengabari beliau soal ini. Saya berharap berita gembira itu membuat beliau semangat dan cepat sembuh.

Singkat cerita, saya dan para pemenang lainnya dihubungi dan diundang panitia via email untuk datang ke Kantor Bahasa Lampung. Kami diminta merevisi naskah dengan didampingi editor dari Kantor Bahasa Lampung. Tak lama setelah itu, kami pun diundang kembali untuk menghadiri penyerahan hadiah. Alhamdulillah... :)

Penulis buku anak dan script komik Islami

Latest
Previous
Next Post »
0 Komentar