Peluncuran dan Bedah Buku Bahan Bacaan Literasi Hasil Sayembara Penulisan Cerita Rakyat 2018 Kantor Bahasa Lampung

Halo, Pembaca. Assalamualaikum.

Pada hari Selasa, tanggal 2 April 2019 yang lalu, saya menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku Bahan Bacaan Literasi Hasil Sayembara Penulisan Cerita Rakyat 2018, yang diselenggarakan Aula Kantor Bahasa Lampung.

Para pemenang Sayembara Penulisan Cerita Rakyat 2018 (Kiri ke kanan: saya, Pak Fauzi, Bu Sustin - minus Bu Novi yang tidak bisa datang ke acara)


Adapun judul-judul buku yang diluncurkan dan dibedah yaitu:
1. Legenda Kelekup Gangsa karya Izzah Annisa
2. Legenda Mahat Menggala karya Novita Sari Idham
3. Putri Rincing Manis karya Sustin Nunik
4. Raden Mas Mangkudirja dan Bidadari karya Fauzie Purnomo Sidi

Buku-buku pemenang Sayembara Penulisan Cerita Rakyat 2018 dan Majalah Bastera terbitan Kantor Bahasa Lampung)


Kantor Bahasa Lampung menghadirkan pembedah yang terdiri dari para pakar bahasa, yaitu Isbedy Stiawan ZS (sastrawan Lampung), Yuli Nugrahani (Dewan Penasihat Jaringan Perempuan Padmarini dan pengajar di Kelas Menulis Kreatif KOBER Lampung), dan Dr. Ganjar Harimansyah, S.S., M. Hum. (Peneliti Sastra dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI).



Di acara yang dihadiri oleh para pegiat literasi dan guru-guru jenjang SD-SMP beserta perwakilan siswa-siswinya ini juga diluncurkan majalah Bastera terbitan Kantor Bahasa Lampung,  yang terbit perdana pada Desember 2018.

Usai peluncuran, para pembedah memaparkan ulasan mereka terhadap karya saya dan teman-teman sesama pemenang Sayembara Penulisan Cerita Rakyat 2018. Masya Allah, senang sekali rasanya mendapat masukan sekaligus apresiasi dari para pakar. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat di bidang penulisan.

Para Pemenang Sayembara Penulisan Cerita Rakyat 2018 bersama teman-teman dari Ikatan Duta Bahasa Lampung (IKADUBAS Lampung) - Foto: IKADUBAS

Saya dan adik-adik dari Klub Jurnalistik SMPIT Insantama Lampung (JC Intam) - Foto: JC Intam


#kantorbahasalampung #ceritarakyat #ceritarakyatlampung #gerakanliterasilampung

Enam Langkah Mudah Membuat Naskah Room to Read

Halo, teman-teman, assalamualaikum. Room to Read yang bekerjasama dengan Provisi Education kembali akan mengadakan Workshop Penulisan Buku Cerita untuk Pembaca Pemula. Oleh karena itu, penyelenggara pun mengadakan audisi bagi para calon peserta workshop yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 13-16 Mei 2019 di Bandung (tentatif).

Sekura Raksasa dan Hus! Hus! Dua buku anak yang saya tulis saat workshop Room to Read 2016 dan 2018


Workshop ini sangat bergengsi. Di workshop, penulis berkesempatan mendapatkan ilmu dari para pakar buku anak baik dari dalam maupun luar negeri. Buku yang dihasilkan dan lolos untuk diterbitkan biasanya akan dilaunching pada event-event internasional di luar negeri, seperti Singapura dan Thailand. Peserta juga tidak perlu memikirkan soal transportasi dan akomodasi, karena semua itu akan ditanggung 100% oleh penyelenggara.

Kabar baiknya, audisi Room to Read kali ini terbilang lebih memudahkan para calon peserta untuk membuat naskah audisi. Jika pada tahun-tahun sebelumnya penyelenggara hanya memberikan tema saja kepada calon peserta, maka kali ini, penyelenggara memberikan enam pertanyaan yang menjadi penuntun langkah mudah membuat naskah Room to Read. Enam pertanyaan ini ibarat denyut nadi yang membuat naskah menjadi hidup dan terarah. 

Enam pertanyaan kunci pembuatan naskah Room to Read:

1. Siapa tokoh (-tokoh) utamanya?
2. Di mana dan dengan siapa ia (mereka) tinggal?
3. Apa yang si tokoh (-tokoh) inginkan dalam cerita ini?
4. Mengapa si tokoh (-tokoh) menginginkannya?
5. Apa tantangan (-tantangan) yang akan si tokoh (-tokoh) hadapi untuk mendapatkan  hal yang ia (mereka) inginkan?
6. Bagaimana akhir ceritanya?

Nah, berikut ini saya berikan contoh Enam Langkah Mudah Membuat Naskah Room to Read berdasarkan enam pertanyaan tersebut:

1. Tokoh utama: anak gajah bernama Gajah
2. Tinggal di Way Kambas bersama gajah-gajah lainnya
3. Ingin menangkap Monyet
4. Memberi pelajaran kepada monyet yang telah melempari kepalanya dengan kulit pisang
5. Gajah terpeleset kulit pisang dan tidak bisa memanjat
6. Monyet jatuh dari pohon. Gajah menangkap tubuh Monyet agar tidak terhempas ke tanah. Monyet minta maaf kepada Gajah.

Sekarang, kita coba menyusun 3 paragraf pertama naskahnya:

Siang itu, angin bertiup sepoi-sepoi di Way Kambas. Gajah jadi mengantuk dan akhirnya tertidur.

PLUK! Sebuah kulit pisang mengenai kepala Gajah. Gajah terkejut dan terbangun. Siapa yang telah melempar kepalaku?

HAHAHA... Monyet tertawa. Gajah mengentak marah melihatnya. Tahulah ia, bahwa Monyet yang telah melempar kulit pisang ke kepalanya. 

Bagaimana, teman-teman? Mudah, bukan? 

Meskipun belum menjadi jaminan lolos audisi, namun, apabila teman-teman sudah bisa membuat naskah dengan acuan enam pertanyaan tersebut, setidaknya teman-teman sudah berhasil membuat naskah ala Room to Read. Selamat mencoba. ^_^

[Buku Cerita Anak] Hus! Hus!



Judul: Hus! Hus! (alih bahasa menjadi: Shoo! Shoo!)
Penulis : Izzah Annisa
Ilustrator: Aprilia Muktirina
Penerbit : Noura Books
Ketebalan : 24 halaman
Sampul : Soft cover


Blurb : 
Hari sangat panas dan kolam lumpur adalah tempat terbaik untuk mendinginkan tubuh. Tetapi, tidak menurut Sero. Sampai satu serangga mulai mengganggunya. Lalu, lebih banyak lagi serangga yang datang! Oh, tidak! Apa yang harus Sero lakukan sekarang?

oo0oo


Cerita di Balik Pembuatan Buku Hus! Hus!

Naskah buku Hus! Hus! saya buat saat mengikuti workshop Penulisan Buku Cerita Anak bersama Room to Read pada tanggal 17 - 20 Januari 2018 di Sleman, Yogyakarta. Di workshop itu, saya dan 23 peserta lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia masing-masing diminta untuk membuat empat naskah. Naskah-naskah itu kemudian diseleksi kembali karena hanya 20 naskah saja yang akan terpilih untuk diterbitkan. Alhamdulillah, naskah buku Hus! Hus! menjadi salah satu naskah yang terpilih.

Mulanya, Naskah Hus! Hus! ini berjudul Sero. Diambil dari nama tokoh utamanya, yaitu seekor badak Sumatera bernama Sero. Nama Sero sendiri saya ambil dari nama latin badak Sumatera, yaitu Rhinoceros sumatrensis. Berbeda dengan Sekura Raksasa, naskah buku ini hanya mengalami revisi minor saja, yaitu diminta untuk mengubah judulnya, karena dirasa kurang menarik untuk anak-anak, serta melakukan sedikit perubahan pada bagian ending. 

Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang, Hus! Hus! dan teman-temannya (sesama buku project Room to Read) akhirnya dilaunching pada tanggal 30 November 2018, di event International Children Content's Right Fair (ICCRF) 2018 di Chiang Mai, Thailand. Buku ini pun kemudian resmi dicetak oleh penerbit pada Januari 2019. Alhamdulillah, rasa senang, lega, dan bangga, bercampur menjadi satu. Saya berharap semoga buku ini bermanfaat dan disukai oleh para pembaca ciliknya. [Izzah Annisa]

Buku-buku Izzah Annisa Ikut Meramaikan London Book Fair 2019

Sebagai warga Indonesia, kita patut bangga. Beberapa tahun belakangan ini, geliat literasi di negeri kita tercinta semakin meningkat pesat. Literasi Indonesia juga semakin diperhitungkan di mata dunia, di antaranya dengan dhadirnya Indonesia sebagai Market Focus Country di London Book Fair 2019.

Di London Book Fair 2019, Indonesia berpeluang besar untuk menawarkan dan menjual hak cipta buku karya penulis-penulis Indonesia. Kabar gembiranya, di antara buku-buku yang dipamerkan di London Book Fair 2019, sebagian besarnya adalah buku bacaan anak, lho. Itu artinya, penulis buku anak di Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkenalkan karyanya ke dunia internasional.

Sekura Raksasa (The Giant Sekura) di London Book Fair 2019

Komik Asmaul Husna di di London Book Fair 2019

Hus! Hus! di di London Book Fair 2019

Syukur alhamdulillah, beberapa buku saya juga ikut meramaikan London Book Fair 2019, yaitu buku Sekura Raksasa (The Giant Sekura) yang terbit di Zikrul Bestari, Komik Asmaul Husna terbitan Gema Insani, juga buku terbitan Noura Books yang baru saja dilaunching di Chiang Mai, Thailand pada 2018 lalu, yaitu  Hus! Hus!

Alhamdulillah... Sebagai penulis, saya tentunya merasa bangga dan senang buku-buku karya saya bisa ikut ambil bagian dalam acara berskala internasional. Ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus berkarya yang terbaik untuk para pembaca. ^_^

Menjadi Peserta Workshop Room to Read 2018 di Sleman, Yogyakarta

Di penghujung tahun 2017, Room to Read dan Provisi Education kembali mengadakan workshop penulisan buku anak. Workshop ini akan diadakan pada tanggal 17-20 Januari 2018 di Sleman, Yogyakarta.



Mulanya, saya tidak berniat mengikuti audisi, dikarenakan ada beberapa tanggungan naskah buku yang belum selesai. Lagipula, toh saya sudah pernah lolos audisi dan ikut Workshop Room to Read pada tahun 2016 di Lembang, Bandung.

Menjelang penutupan audisi Room to Read, alhamdulillah saya berhasil menyelesaikan dua PR naskah buku. Waktu itu, hampir pukul 1 dini hari, saya teringat akan audisi tersebut. Menerawang langit-langit kamar, terlintas keinginan untuk ikut. Tapi, saya ragu. Sebab, naskah audisi belum dibuat, sedangkan waktunya sudah sangat mepet.

Saya sudah bersiap-siap tidur ketika qadarullah muncul ide cerita beserta alurnya yang tergambar dengan begitu jelas di kepala. Akhirnya, saya putuskan untuk mengikuti audisi. Saya bangun dan membuka laptop, kemudian mulai menulis naskahnya.

Tidak sampai lima belas menit, naskahnya alhamdulillah selesai ditulis. Ceritanya tidak panjang, kok. Hanya 200 kata. Sesuai syarat audisinya. Esoknya, naskah tersebut saya self editing. Saya bacakan di depan suami dan beliau pun turut memberi masukan. Setelah dirasa oke, naskah itu segera saya kirimkan ke panitia audisi.

Pada tanggal 2 Januari 2018 saya ditelpon oleh panitia yang mengabarkan bahwa saya lolos audisi. Alhamdulillah... Syukur kepada Allah yang kembali memberi saya kesempatan untuk belajar dan berkarya lewat workshop accelerator project penulisan buku anak bersama Room to Read.

Menjadi Pemenang Sayembara Penulisan Naskah Cerita Rakyat Kantor Bahasa Lampung 2018



Pada akhir bulan Mei 2018, saya mengikutkan satu naskah cerita rakyat dalam Sayembara Penulisan Naskah Cerita Rakyat untuk Bahan Literasi 2018 yang diadakan oleh Kantor Bahasa Lampung.

Dikarenakan pengumuman masih lama dan fokus melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan, saya tidak begitu mengingat-ingat lagi soal sayembara tersebut. Toh kalau menang, pasti akan dihubungi panitia, pikir saya. Yah, bukan kepedean, sih. Hanya saja, setiap kali mengikuti lomba, audisi, dan semacamnya, saya memang membiasakan diri untuk berpikir menang. Saya berprinsip Allah akan memberi segala sesuatu sesuai prasangka hamba-Nya. Kalaupun kalah, berarti belum rezeki. Sesimple itu.

Di bulan Juli, qadarullah ibu saya sakit. Ibu saya tinggal di kampung. Jadi di waktu itu, saya bolak balik Bandarlampung - kampung untuk menjenguk dan merawat beliau. Ketika saya dalam perjalanan kembali ke Bandarlampung, seorang teman mengabari bahwa saya menjadi salah satu pemenang Sayembara Penulisan Naskah Cerita Rakyat. Rupanya, pengumumannya ada di koran. Alhamdulillah... Saya langsung menelpon ibu dan mengabari beliau soal ini. Saya berharap berita gembira itu membuat beliau semangat dan cepat sembuh.

Singkat cerita, saya dan para pemenang lainnya dihubungi dan diundang panitia via email untuk datang ke Kantor Bahasa Lampung. Kami diminta merevisi naskah dengan didampingi editor dari Kantor Bahasa Lampung. Tak lama setelah itu, kami pun diundang kembali untuk menghadiri penyerahan hadiah. Alhamdulillah... :)

[Buku Cerita Anak] Pekerjaan yang Hebat



Judul: Pekerjaan yang Hebat
Penulis: Izzah Annisa
Penerbit: Quantum Madani
Cetakan: I, Agustus 2018

Suatu hari di bulan Juli 2018, seorang ibu dari Kantor Bahasa Lampung menghubungi saya via Whatsapp. Beliau meminta saya membuatkan naskah yang akan dicetak menjadi buku untuk suvenir khitanan anaknya.

Akhirnya, pada bulan Agustus 2018, jadilah buku berjudul Pekerjaan yang Hebat ini. Kabarnya, para tamu sangat senang mendapatkan suvenir berupa buku cerita ini. Wah, senangnya. Selain unik, menjadikan buku cerita sebagai suvenir tentunya sangat bermanfaat untuk menarik minat baca.

Oh, iya. Buku ini sendiri bercerita mengenai si tokoh (ayam) yang ingin memiliki pekerjaan hebat seperti teman-temannya. Hmm, kira-kira ia berhasil mendapatkannya tidak, ya?

[Buku Cerita Anak] 12 Ilmuan Muslim yang Terkenal di Dunia


Penulis : Izzah Annisa
Ilustrator: Nonoy
Penerbit : Bentang Pustaka
Ketebalan : 88 halaman
Ukuran : 19 x 24 cm
Sampul : Soft cover
Blurb :
Tahukah kamu bahwa teropong bintang, kamera, robot, serta pesawat terbang  pertama di dunia diciptakan oleh para ilmuwan Muslim?
Yuk, kita berkenalan dengan Al-Battani sang penemu teropong bintang, Abbas bin Firnas sang penemu pesawat terbang, Al-Khawarizi sang penemu angka nol pertama di dunia, dan masih banyak lagi ilmuwan Muslim lainnya di dalam buku ini!
Mereka adalah para ilmuwan yang berhasil menciptakan penemuan yang sangat luar biasa. Nah, para Muslim cilik, apakah kalian juga tertarik menjadi ilmuwan seperti mereka? Yuk, kita ikuti dahulu cerita lengkapnya di dalam buku ini!

[Buku Cerita Anak] Komik Asmaul Husna 3



Judul: Komik Asmaul Husna 3
Penulis: Izzah Annisa
Ilustrator: Fajar Istiqlal
Editor: Ratih Cahaya
Penerbit: Gema Insani
Ukuran: 21 x 28 cm
Sampul: Soft cover
Hal: 72 halaman

Blurb:

Assalamualaikum, teman-teman! Apakah di antara kalian ada yang sudah hafal Asmaul Husna?

Asmaul Husna adalah nama-nama indah milik Allah SWT. Kita dianjurkan untuk menghafal, memahami, dan berdoa dengan menyebut nama-nama-Nya. Oleh karena itu, yuk, kita berkenalan dengan Asmaul Husna bersama Alifa, Kak Sabiq, Qori, dan teman-teman yang lain!

Di buku ini kamu dapat membaca cerita Alifa, Kak Sabiq, dan teman-teman yang seru dan lucu. Semua ternyata berhubungan dengan Asmaul Husna, lho. Hmm, bagaimana bisa?

Daripada penasaran, lebih baik segera baca buku ini saja!

[Buku Cerita Anak] Komik Asmaul Husna 2


Judul: Komik Asmaul Husna 2
Penulis: Izzah Annisa
Ilustrator: Fajar Istiqlal
Editor: Ratih Cahaya
Penerbit: Gema Insani
Ukuran: 21 x 28 cm
Sampul: Soft cover
Hal: 72 halaman

Blurb:

Assalamualaikum, teman-teman! Apakah di antara kalian ada yang sudah hafal Asmaul Husna?

Asmaul Husna adalah nama-nama indah milik Allah SWT. Kita dianjurkan untuk menghafal, memahami, dan berdoa dengan menyebut nama-nama-Nya. Oleh karena itu, yuk, kita berkenalan dengan Asmaul Husna bersama Alifa, Kak Sabiq, Qori, dan teman-teman yang lain!

Di buku ini kamu dapat membaca cerita Alifa, Kak Sabiq, dan teman-teman yang seru dan lucu. Semua ternyata berhubungan dengan Asmaul Husna, lho. Hmm, bagaimana bisa?

Daripada penasaran, lebih baik segera baca buku ini saja!

[Buku Cerita Anak] Komik Asmaul Husna 1


Judul: Komik Asmaul Husna 1
Penulis: Izzah Annisa
Ilustrator: Fajar Istiqlal
Editor: Ratih Cahaya
Penerbit: Gema Insani
Ukuran: 21 x 28 cm
Sampul: Soft cover
Hal: 72 halaman

Blurb:

Assalamualaikum, teman-teman! Apakah di antara kalian ada yang sudah hafal Asmaul Husna?

Asmaul Husna adalah nama-nama indah milik Allah SWT. Kita dianjurkan untuk menghafal, memahami, dan berdoa dengan menyebut nama-nama-Nya. Oleh karena itu, yuk, kita berkenalan dengan Asmaul Husna bersama Alifa, Kak Sabiq, Qori, dan teman-teman yang lain!

Di buku ini kamu dapat membaca cerita Alifa, Kak Sabiq, dan teman-teman yang seru dan lucu. Semua ternyata berhubungan dengan Asmaul Husna, lho. Hmm, bagaimana bisa?

Daripada penasaran, lebih baik segera baca buku ini saja!

Buku Anak Kisah-kisah Birrul Walidain yang Melegenda Menjadi Nominator Pemenang IBF 2018

Assalamualaikum. Kabar bahagia datang dari editor Tiga Serangkai dan beberapa teman penulis kepada saya, pertengahan April yang lalu. Apa kabar bahagianya?

Salah satu ilustrasi di dalam buku anak Kisah-kisah Birrul Walidain yang Melegenda

Salah satu buku karya saya yaitu Kisah-kisah Birrul Walidain yang Melegenda ternyata terpilih sebagai nominator pemenang Islamic Book Fair (IBF) 2018 di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, buku yang berisi kisah-kisah anak berbakti kepada orangtua ini menjadi nominator untuk dua kategori sekaligus, yaitu Buku Islam Terbaik Kategori Non Fiksi Anak dan Buku Islam Terbaik Kategori Ilustrasi.

Kisah-kisah Birrul Walidain yang Melegenda

Alhamdulillah. Syukur kepada Allah untuk pencapaian ini. Terimakasih kepada dewan Juri IBF 2018, Penerbit Tiga Serangkai, editor, teman-teman penulis yang senantiasa memberi support, serta para pembaca buku saya. Semoga keberkahan senantiasa menyertai kita semua.